uploads/article/2024/02/cowok-bad-boy-dianggap-517724dc273bc34.png

Cowok Bad Boy Dianggap Lebih Menarik, Kok Bisa?

Bad boy atau cowok 'nakal'. Biasanya, kalau Sobat Gen denger istilah ini tentunya Sobat Gen akan melihat mereka sebagai sosok yang cool, misterius, gaul, dan lain sebagainya. Sehingga, nggak jarang akhirnya bad boy dianggap sebagai sosok yang diidolakan oleh para cewek. 

Suka atau nggak suka, setuju atau nggak setuju, nyatanya di beberapa kasus, sosok bad boy emang relatif lebih disukai oleh perempuan, dibandingkan dengan soft boy. Padahal, kalau dari penamaannya sendiri, sebenarnya bad boy relatif punya pengertian yang nggak buruk. Tapi, entah kenapa, yang 'buruk' ini justri sering kali diperebutkan.

BACA JUGA: Superiority Complex Masih Jadi Alasan Utama Bullying Terjadi

Apa Itu Bad Boy?

Meskipun sering kali diartikan sebagai sosok yang memiliki perilaku negatif atau nakal. Pada kenyataannya, istilah bad boy lebih ditujukan kepada cowok yang 'nakal', tapi nggak spesifik menyebut mereka melakukan hal-hal negatif seperti menyakiti pasangannya ataupu berselingkuh. 

Cowok dengan tipe bad boy sendiri diartikan sebagai sosok cowok yang berani, misterius, dan juga punya kepercayaan diri yang tinggi. Sehingga, pada akhirnya melalui karakteristik itu lah sosok cowok bad boy sering kali dijadikan tipe oleh para perempuan. 

Tapi, sebenarnya selain karakteristik itu sendiri. Kenapa akhirnya image cowok bad boy dianggap sebagai sosok yang diidamkan cewek?

Image yang Diberikan oleh Media

Pada akhirnya, yang membuat image bad boy sebagai cowok yang cool dan keren adalah peran media. Sobat Gen tentunya sepakat, kalau Sobat Gen menonton film, sinetron, series, ataupun kartun. Sosok bad boy sering kali direpresentasikan oleh sosok-sosok yang kece, keren, misterius, kekar, dan lain sebagainya. Simpelnya, cowok bad boy jauh dari kesan 'culun' atau 'lemah'. 

Nggak cuma itu, aktor-aktor yang memerankan sosok bad boy pun sering kali merupakan aktor-aktor yang dari segi fisik memang goals dan tipe para perempuan. Sehingga, pada akhirnya image bad boy yang melekat tentunya adalah sosok yang cool. maskulin, dan misterius. 

Di sisi lain, sosok soft boy sering kali digambarkan sebagai sosok yang ditindas, lemah, culun, dan lain sebagainya. Sehingga, pada akhirnya potret sosok orang 'baik' melulu akan dianggap sebagai sosok yang lemah dan culun. 

BACA JUGA: Kok Bisa Jaksel Dianggap sebagai Tempat Nongkrongnya Anak Gaul Jakarta?

Stereotip

Berangkat dari image yang dibentuk oleh media, pada akhirnya masyarakat akan menciptakan stereotip kepada sosok bad boy. Pada akhirnya, mereka yang terlihat misterius, kekar, keren, gaul, dan lain sebagainya akan dianggap oleh masyarakat sebagai sosok yang bad boy, bukan sosok yang ansos atau justru soft boy. 

Padahal, karakter seseorang nggak dapat dilihat dari faktor-faktor seperti keberanian ataupun ciri fisik saja. Ada orang yang berani, namun pada kenyataannya merupakan sosok yang soft atau bahkan cenderung nggak gaul. Ada sosok yang ngga gaul, nggak terlihat kehadirannya, dan pemberani, namun bisa saja dia adalah sosok yang brengsek.

Pada akhirnya, stereotip ini lah yang akhirnya diaamiini oleh masyarakat. Ketika ada sosok yang mereka anggap sebagai bad boy, parameternya hanya sebatas sifat dan ciri fisik, hal-hal lain seperti latar belakangnya sering kali terlupakan. (*/)

(RRY)

 

banner