/uploads/uploads/photos/2020/07/13/1923034ladang-mayat-2-20180624-172400.jpg
#KATAGENERO

Ini Lho Ladang Mayat, Tempat Liburan Yang Cocok Kamu Rekomendasiin Ke Mantan Yang Sering Nyakitin Kamu

Logo GEN FM
/uploads/uploads/photos/2020/07/13/1923034ladang-mayat-2-20180624-172400.jpg

13 Juli 2020

Berlokasi di University of Tennessee Anthropological Research Facility, Texas tempat ini merupakan salah satu universitas tertua di Amerika Serikat. Di tempat yang terhampar luas ladang hijau ini bertebaran ratusan jasad yang telah membusuk hingga menjadi tulang belulang. Pusat fasilitas terbesar dalam meneliti ilmu antropologi dan forensik ini didirikan oleh ilmuwan antropologi Dr. William M. Bass pada tahun 1981. Tujuan dibangunnya tempat ini untuk mempelajari proses penguraian atau pembusukan tubuh manusia yang berguna dalam menangani kasus kejahatan atau kecelakaan.

Tiap tahun selalu ada pendonor yang mendonorkan tubuhnya untuk dijadkan objek penelitian. Ada sekitar 100 lebih pendonor yang telah mendaftarkan dirinya setiap tahunnya. Ladang mayat yang memiliki luas sekitar 3 hektare ini awalnya tidak disetujui oleh para akademisi Universitas Tennessee. Tak hanya dilakukan untuk meneliti saja namun tempat ini juga dijadikan laboratorium untuk masa pendidikan sekolah forensik kepolisian sejak tahun 2016.

Perkembangan dalam pencarian DNA juga terbantu berkat fasilitas penelitian ini. Dari tempat ini dengan bantuan serangga mayat dapat membantu proses penyelidikan tentang asal – usul mayat dari DNA-nya. Meskipun mereka menerima banyak donor namun hanya beberapa pendonor yang memiliki kriteria tertentu yang bisa menjadi donor. Yaitu, mereka yang tidak terinfeksi virus berbahaya seperti HIV, hepatitis, atau bakteri yang kebal terhadap antibiotic. (lftysm)

banner