/uploads/uploads/photos/2017/03/17/1411259bridal-shower.jpg

Tertekan karena Temen se-Geng Kamu Udah Pada Menikah? Coba Pake Tips-Tips ini

Sebagian besar wanita akan merasa sensitif ketika membicarakan masalah pernikahan. Apalagi buat yang masih single dan cukup umur untuk melepas masa lajangnya. Dia akan merasa insecure ketika membicarakan pernikahan, dan akan tambah insecure ketika teman-temannya sudah banyak yang menikah. Meski nggak semua jujur mengenai perasaan ini, mereka akan merasa risih saat berada di antara teman-temannya.

Jangan biarkan rasa insecure tersebut memengaruhi pikiranmu, ladies. Usir perasaan negatif tersebut dengan melakukan hal berikut ini.

Memperluas Pergaulan

single-ladyMemiliki banyak teman yang sudah menikah nggak melulu bikin wanita insecure. Justru menjadi penyemangat untuk segera mewujudkan pernikahan ideal mereka. Kalau kamu wanita single, ada baiknya menambah banyak teman dalam lingkaran pergaulanmu. Dengan begitu, kesempatanmu untuk menemukan pria ideal akan semakin tinggi. Namun jangan menganggap itu sebagai beban dan merasa tertekan. Lakukan dengan santai. Lagipula, menambah teman bukankah hal yang menyenangkan untuk dinikmati?

Bergaul dengan Teman-Teman Single Lainnya

Kamu nggak perlu menyegerakan pernikahan hanya karena merasa ketinggalan. Kalau belum menemukan pria yang tepat atau belum siap berumah tangga, jangan terburu-buru menikah. Kamu nggak perlu menjauh dari teman-teman yang sudah menikah hanya karena merasa risih. Malah bisa saja kami dikenalkan dengan teman-teman mereka yang single juga. Peluang mendapatkan pasangan semakin tinggi bukan?

Selain itu, sesekali buatlah acara atau waktu dengan teman-temanmu yang single saja. Ini akan membuatmu merasa lebih nyaman dan merasa ditemani.

Jangan Menghindari Acara Pernikahan Teman

Kebiasaan wanita single adalah merasa enggan dan malas ketika diundang ke pernikahan teman. Bukannya nggak turut berbahagia, tapi ada perasaan risih dan iri melihat teman yang menikah. Belum lagi ketika nggak ada pasangan untuk diajak ke pesta tersebut, makin malas deh.

Hentikan kebiasaan tersebut. Mengapa harus menghindar jika teman mengundangmu ke pesta pernikahannya? Datanglah, kalau nggak ada pasangan, ajak teman yang single juga untuk menemaniku. Jadi nggak sendirian kan?

Menyiapkan Jawaban untuk Pertanyaan “Sensitif”

Kita nggak bisa menghindari pertanyaan yang keluar dari mulut orang-orang sekitar. Seperti “Hey, kapan nikah?”, “Kapan nyusul, udah cocok juga bawa anak!”, “Kapan nih sebar undangan?”, dan sebagainya.

Nggak perlu diambil hati saat mendengar pertanyaan tersebut. Itu hanya sekedar basa-basi yang diucapkan oleh teman atau saudaramu. Jangan pula memasang wajah merengut ketika diberi pertanyaan tersebut. Usahakan untuk tersenyum dan berikan jawaban agar mereka berhenti bertanya. Misalnya, “iya nih, doakan saja, ya“, biar waktu yang menjawab, atau sekadar tersenyum juga boleh.

Manfaatkan Waktu Bebasmu

Ada hal positif yang kamu dapatkan ketika masih single. Kamu bisa mengejar karier, mengikuti banyak kelas tambahan, atau bergabung dengan kegiatan sosial lainnya. Semua kegiatan tersebut belum tentu dapat kamu lakukan setelah menikah. Jadi daripada merasa galau dan insecure memikirkan pernikahan, manfaatkan waktumu untuk melakukan semua hal yang kamu inginkan. Kamu pun dapat mengikuti kegiatan yang bersifat persiapan sebelum menikah. Ayo jangan berdiam diri saja, ya.

sumber: http://kelascinta.com

BANNER STREAMING