/uploads/uploads/photos/2020/02/06/1152060Ardhito-2.jpg
#KATAGENERO

Klarifikasi Ardhito Pramono: Tweet 10 Tahun Lalu, Tapi Baru Viral Sekarang

Logo GEN FM
/uploads/uploads/photos/2020/02/06/1152060Ardhito-2.jpg

Gimana rasanya pas bangun tidur nama kita jadi viral karena tweet yang kita buat 10 tahun lalu?

itulah yang terjadi pada penyanyi Arditho Pramono, yang namanya tiba-tiba saja namanya jadi trending di twitter karena status yang ia post 10 tahun lalu, di-up lagi sama seseorang entah siapa.

Beberapa tweet Ardhito kala itu berbunyi seperti ini:

 

"I'm so gay today,"(21 September 2011)

 

"Dengan baju gay celana bling bling badan besar dan kacamata aviator orang ini merasa sangat keren... Padahal dangdut...,"(16 Februari 2013)

 

Karena viralnya kicauan tersebut akhirnya, Arditho bikin video klarifikasi atas tweet-tweetnya tersebut, katanya memang benar dia yang membuat tweet tersebut, tapi dia membuat tweet tersebut ketika berumur 14 tahun, dan sedang tinggal di Australia bersama eyangnya.

"Kenyataannya adalah (...), gua baru inget karena pada saat itu gua masih berumur 14 tahun. Gua tinggal di Australia sendirian. Gua punya nenek yang udah tua dan nggak bisa nemenin gua untuk sekolah. Jadi ada beberapa hal yang bisa memotivasi gua untuk ke tweet itu pada umur gua 14 tahun," kata Ardhito dalam video klarifikasi.

Mengenai kicauan berbau diskrimintif tersebut, Ardhito Pramono menyebut dirinya mengalami pelecehan seksual dari sesama pengguna kereta di Sydney.

"Pertama kali gua naik kereta di Sydney, gua berdiri menuju sekolah gua. Terus tiba-tiba ada satu om-om dengan race Chinese dia datang ke gua terus tiba-tiba dia megang tangan gue. Terus habis itu, gue akhirnya melihat dia dan dia sedikit catcallingsama gua dan gua nggak suka. Gua umur 14 tahun, Nyet," kata Ardhito.

"Gua cabut, gua marah dan merasa sangat dilecehin pada saat itu dan gua nge-tweet itu. The 14 year-old me. Gua nge-tweet itu. Tweet yang gua tulis 'Sange,' manusiawi lah, cuy. Umur 14 tahun, terus habis itu tinggal di luar negeri sendirian, terus habis itu gua pikir Twitter hanyalah sebuah ruang kosong yang orang-orang nggak ada di sana. Gua bisa tweet apa aja," jelasnya.


Oleh Hendry Arizona

Editor: Ndit Naratama

 

banner